Pada saat awal perfumist disemprotkan, aku langsung bisa mencium aroma leather yang khas, tapi dikemas dengan sentuhan yang fresh dan sangat ringan, sehingga aku langsung bisa menikmati wangi ini dari awal penyemprotan. Aku bisa mencium juga adanya sentuhan aromatik dari rerempahan dan bebungaan sehingga sekalipun aroma leather identik dengan kesan maskulin, tapi pada parfum ini aku sebagai wanita masih bisa menggunakan aroma ini. Kombinasi aroma nutmeg, lavender, bergamot, tonka bean, amber, musk, dan carnation dari perfumist ini terasa sangat pas di hidungku dan masih cukup fleksibel untuk digunakan di segala situasi.
Perfumist ini memiliki jus berwarna kecoklatan, tidak terasa oily di kulit saat disemprotkan, dan sprayer-nya juga cukup misty dan dapat menyemprotkan jus dengan baik, bahkan aku juga tidak merasakan aroma alkohol yang menyengat atau rasa iritasi di kulit saat menggunakan produk ini.
Dari segi performa, perfumist ini tergolong sangat baik di kelasnya. Daya pancarnya bisa mencapai lebih dari 1 meter di awal penyemprotan dan bertahan sampai 4 jam di kuliku, bahkan sampai 10 jam di baju. Aku cukup terkesima dengan performa perfumist yang rasa-rasanya hampir setara dengan EDT bahkan EDP ini. Dengan performa yang impresif, aroma yang menarik, dan kualitas jus yang baik, perfumist ini bisa kita dapatkan hanya dengan harga 60 ribuan saja. Sepertinya bagi penyuka aroma kulit atau penggemar aroma yang fresh, perfumist ini wajib banget untuk dicoba. Marvidini Putri